だんじり(Indonesia)

印刷用ページを表示する 更新日:2009年9月9日掲載

FESTIVAL KISHIWADA
FESTIVAL DANJIRI

Festival ini dimulai dari Festival Inari yang diselenggarakan pada tahun ke 16

dari zaman Genroku ( tahun 1703 ) oleh penguasa Benteng Kishiwada sebagai tanda terimakasih atas keberhasilan panen.

Adalah merupakan kegembiraan bagi masyarakat kota untuk mempertunjukkan berbagai penampilan di hadapan penguasa Benteng.  Mereka menarik Danjiri ke Benteng tersebut karena terbuka untuk umum pada hari-hari festival.

Festival Danjiri di Kishiwada, yang merupakan tradisi kebanggaan yang telah berusia 300 tahun, dilaksanakan pada bulan September dan pada saat itu 35 buah Danjiri dilarikan dengan cepat dan berani serta sepenuh hati.

ISTILAH

Hiki-dashi( penarikan pembukaan )

Pembukaan Festival Danjiri dilakukan dengan semangat dan kecepatan tinggi.

Seluruh Danjiri yang berjumlah 35 buah itu mulai berlari di jalan-jalan kota Kishiwada segera setelah sirine berbunyi pada jam 6 pagi.

Yari-mawashi( putaran tikungan )

Memutar arah Danjiri dengan mendorong tuas depan dan belakang sedemikian rupa sehingga Danjiri berputar dengan cepat di tikungan.

Daiku-gata( tukang kayu )

Adalah suatu kegembiraan besar bagi tukang kayu untuk menari dengan lincah di atas atap Danjiri.  Yang paling terkenal adalah “tarian pesawat udara” yang merupakan tarian dengan tangan dibentang lebar-lebar dan berdiri di atas satu kaki.

Horimono( ukiran )

Di sisi Danjiri terdapat banyak ukiran kayu yang menggambarkan kejadian perang di zaman dahulu.

Miyairi( masuk kuil )

Di pagi yang hari kedua, seluruh Danjiri yang berjumlah 35 buah dibagi menjadi 3 kelompok, dan setiap kelompok pergi untuk bersembahyang di masing-masing kuil Shinto.


Masyarakat Kishiwada merasa bangga dengan Festival Danjiri yang merupakan Festival Danjiri terbesar di Jepang.  Seluruh masyarakat, dari yang muda sampai yang tua, ikut berperan-serta sesuai dengan tugasnya masing-masing yang diputuskan oleh panitia di setiap “cho” (suatu kelompok masyarakat di suatu blok/daerah tertentu).  Kita dapat melihat sebuah contoh di antara beberapa yang ada mengenai cara penyelenggaraan sebuah festival yang terselenggara dengan teratur.

Sebuah Danjiri terbuat dari kayu.  Beratnya sekitar 4 ton dan tingginya sekitar 3,8 meter, panjangnya 4 meter dan lebarnya 2,5 meter.

Panjang tambang penariknya adalah dari 100 sampai 200 meter dan ditarik oleh 500 ~ 1000 orang.

Kishiwada Castle

The donjon said to have been built by Hidemasa Koide in the Keicho period (1596-1615).  The castle, however, was occupied by 13 lords of the Okabe family for 230 years, starting with Nobukatsu Okabe, who became the lord of the castle in 1640, and extending to Nagamoto Okabe.

Sannomaru Shrine

In the Genroku period (1688-1704), an Inari god-of harvest shrine was introduced from Inari Taisha in Fushimi, Kyoto Prefecture, into Kishiwada Castle and the lord allowed general townsfolk and farmers to worship it. The people were so pleased to be given such an opportunity that they danced their way to the shrine to the accompaniment of drums and Shamisen players.  This is said to be the beginning of today’s Danjiri Matsuri float parade.

Gofuso

This large Japanese-style go-round landscape garden, designed by Rikichi Terada 2, was completed in 1939 after some 10 years of construction.  It was built on the site of the pond and herb garden in the compound of Kishiwada Castle.

Tenshoji Takojizo Statue

Passers-by may be interested in an eye-catching temple erected at a point about 300 meters to the seaside from Takojizo Station of Nankai Railway.  This is Tenshoji Jizodo, one of Japan’s largest Jizodo temples. (Jizo is an abbreviation of Jizo-bosatsu or Ksitigarbha -bodhisattva, a guardian deity of children)  A stone monument standing on the left of the approach to the shrine carries inscribed letters reading “Tako Jizo” which are said to be written by Ikeno Taiga, a famous calligrapher in the Edo period (1603-1867).  A stone image of Jizo enshrined in a small hall on the northeast corner of the temple’s main hall is a designated cultural asset of the city.  It is the oldest stone artwork found in Kishiwada City.

Kishiwada Danjiri Museum

This new place of interest opened on September 1, 1993, in Kishiwada City.  Inside the hall, a state-of-the-art video system entertains visitors all year round with scenes of the 300-year-old Danjiri festival of elaborate wheeled floats.  The hall symbolizes the devotion of some 200,000 Kishiwada residents to one of Japanese greatest festivals.

Rows of traditional houses in Hommachi

This part of Kishiwada, extending 500 meters north to south and 200 meters east to west on the old Kishu Kaido highway, preserves the bygone images of this castle town.

このページは国際親善協会の資料をもとに作成しました。